Laman

Selasa, 08 Desember 2009

Fenomena Ponsel di tengah Masyarakat Pedesaan


Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan manusia, hal ini mempengaruhi pola pikir masyarakat dan mode yang berkembang di tengah masyarakat. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa perubahan yang sangat drastis, termasuk dalam hal komunikasi, dengan ditemukannya beberapa inovasi-inovasi baru diantaranya adalah teknologi telepon selular yang berkembang pesat.


Telepon selular, yang dalam decade 1990 an masih merupakan barang mewah dan sangat jarang orang memilikinya. Model yang ditawarkan pun terbatas, dengan ukuran yang besar dan lumayan berat. Teknologi ponsel saat itu tidak lebih hanyalah seperti telepon rumah biasa, namun memiliki keunggulan bias dibawa kemana-mana. Operator selular pada saat itupun masih sedikit dan mematok tariff yang mahal. Oleh karena itu hanya orang berduit saja yang mempunyai ponsel.


Keadaan berbalik 180 derajat. Sekarang banyak kita jumpai beragam ponsel dari berbagai merek, berbagai model dan beragam fitur yang ditawarkan. Mulai yang berharga seratus ribuan sampai yang puluhan juta rupiah. Operator selular banyak bermunculan, yang menyebabkan terjadinya perang harga antar vendor telekomunikasi.


Barang yang dulunya dianggap mewah sekarang hanya menjadi sampah. Dengan munculnya ponsel berharga murah, orang- orang golongan bawah pun tidak mau ketinggalan untuk memilikinya. Akibatnya timbul perubahan budaya dalam masyarakat. Komunikasi yang semakin mudah, dan mudahnya akses ke dunia luar membawa pengaruh besar bagi masyarakat pedesaan.



Permasalahan di atas akan dibahas lebih lanjut dalam makalah berjudul “Fenomena Ponsel di Tengah Masyarakat Pedesaan”. Makalah ini mencoba untuk menjelaskan perubahan- perubahan kebudayaan yang terjadi di lingkungan masyarakat desa akibat fenomena ponsel yang semakin menjamur di kalangan masyarakat.

Download Makalah "Fenomena Ponsel ditengah Masyarakat Pedesaan"


SDIT: Sebuah Alternatif Mengatasi Degradasi Moral dan Mental Anak

SDIT merupakan singkatan dari Sekolah Dasar Islam Terpadu mulai menjamur sejak awal tahun 2000, tepatnya antara tahun 2003 - 2005. Sampai sekarang SDIT masih tetap berada di tengah- tengah masyarakat dengan jumlah murid yang terkadang melebihi jumlah murid sekolah negeri. Hal ini merupakan fenomena menarik di tengah ditutupnya atau digabung(merger)kannya sekolah- sekolah dasar negeri karena kekurangan murid.

Keberadaan SDIT sepertinya menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang murah dan bermutu. SDIT dianggap mampu melindungi anak- anak dari dampak negatif pergaulan yang semakin bebas. SDIT dianggap mampu memberikan benteng dengan menanamkan kesadaran agama sejak dini kepada peserta didik.

Selain itu masih banyak faktor lain yang mendorong wali murid memasukkan putra- putri mereka ke SDIT, diantaranya karena faktor ekonomi, agama (seperti yang telah disebutkan diatas), faktor social dan sebagainya. Dalam makalah berjudul “SDIT: Sebuah Alternatif Mengatasi Degradasi Moral dan Mental Anak” ini akan coba dibahas mengenai fenomena SDIT yang merebak di tengah- tengah masyarakat, dan memberikan gambaran mengenai SDIT itu sendiri. Sehingga dari pembahasan diharapkan akan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa SDIT merupakan sebuah alternatif pendidikan untuk menciptakan generasi muda yang kuat dan tangguh dalam menghadapi segala macam tantangan zaman, terutama degradasi moral yang terjadi belakangan ini.

Download makalah " SDIT: Sebuah Alternatif Mengatasi Degradasi Moral dan Mental Anak"